Kiss Me
Dear my love,
Baru saja balik dari Singaraja, di mobil tadi ngedengerin lagunya Sixpence None The Richer. Judulnya Kiss Me.
Aku yakin kamu pasti tau lagu itu. Lagu ini ngetrend waktu kita kelas 1 SMA. Masa-masa di mana aku suka padamu, tapi tak mau menyatakannya padamu.
Hmmm… Lagu ini sangat aku ingat, dan memberikan kesan masa-masa SMA kita. Aku pertama kali ngedengerin lagu ini, di mobil teman kita, waktu mau les fisika di Batubulan.
Lagu ini mengingatkan aku pada momen-momen itu, di mana saat-saat les itu adalah saat-saat yang aku tunggu. Sebab saat-saat itu, adalah saat-saat aku bisa bertemu kamu, bisa ngeliat kamu walaupun kita nda duduk satu meja. Saat-saat di mana melihatmu adalah sesuatu yang membuat jantungku berdebar-debar.
Haaahhhh… Aku merindukan saat-saat itu. Kau begitu cantik. Lincah, selincahnya gadis remaja. Pintar. Segalanya bagiku.
Aku hanya ingin kamu tau, bahwa lagu ini selalu mengingatkan aku sama kamu. Pun ketika kita masih pacaran, bahkan sampai hari ini.
Aku selalu merindukanmu. Rasa cinta ini tak akan pernah mati, dan tak akan pernah aku biarkan mati.
Walaupun curhat ini tak akan mengubah apa pun, aku hanya ingin kamu tau.
Yang selalu kangen sama kamu,
IMS